Sabtu, 20 Maret 2010
Bangga dengan Identitas Islam
Dalam hidup ini, manusia dan hewan sama. Sama-sama makan, minum, bergerak, berkembang biak, berinteraksi dengan mahluk lainya. Bedanya, hewan melakukan semua itu sekehendak hatinya sedangkan manusia ada yang melakukan dengan sekehendaknya dan ada pula yang diatur oleh aturan Allah maha pencipta. Bila manusia dalam menjalani hidup ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata, menjalani hidup bebas tampa aturan, memperturutkan logika dan hawa nafsunya serta melupakan Allah, saat itu orang tidak dapat dibedakan dengan hewan.
”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qulub(akal dan hati), tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinya tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebi sesat lagi. Mereka itu orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf :179)
Jelas sudah pada ayat tersebut Allah telah memberikan indera yang sebenarnya telah dijadikan oleh Allah sebagai datang jalanya hidayah. Tetapi mereka mensia-siakan sebab, mereka tuli, buta dan bisu dari mengikuti petunjuk Allah. Mereka tidak mendengar kebenaran Islam dan tidak mengikuti petunjuk Allah. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa, raihlah hidayah itu dengan jalan mencarinya, jangan sampai kita hanya menanti datangnya hidayah yang ternyata hidayah tersebut sudah berlalu, jangan sampai mata dan hati mu tertutup terhadap kebenaran Allah. Sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyayang dan sesungguhnya azab Allah itu sangatlah pedih.
Selasa, 09 Maret 2010
SIAPA YANG MENGERTI HARI MAKA DIA AKAN BERJUMPA DENGAN TUHAN
Perjumpaan Dengan Allah adalah kemustahilan, setelah manusia meg akses duniafi sebagai nyata duia sementara Allah adalah Dzat yang Ruhiyah, Itu sebabnya Allah yang Meng hubungkan diri (يُصَلُّونَ) kepada Manusia terpilih dalam Nyata.
Manusia yang terpilih untuk berhubungan (يُصَلُّونَ) dengan Allah adalah Khalifah Imam atau Nabi, dan Menjadi Nyata Nyata kalimat baik dalam ayat atau alkitab dan hikmah, yang harus di bacakan diajarkan serta disyariatkan oleh Khalifah, Imam atau Nabi,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya shalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian atas Nabi dan berserahlah degan segala serah. QS. al-Ahzab (33) : 56
Inilah Nyata Pertemuan Allah yang dinyatakan dalam Saat itu waktu itulah saat terjadinya (ja’ala), bertemunya (liqa’a), menyambung (shalla), peristiw kehormatan(waqi’a) megalirnya (Khanief) -nya segala perkara.
Peristiwa ini telah dan selalu mejadi Nubuat para Khalifah, Imam Atau Nabi.
NYATA HUBUNGAN ALLAH DAN KHALIFAH, IMAM DAN NABI
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkan (ruh dan amr itu) pada malam Qadar (ketetapan). Dan tahukah kamu apakah malam Qadar (ketetapan)? Malam Qadar (ketetapan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk Nyatakan segala amr. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. QS. al-Qadr (97) : 1-5
Nyata hubungnya Allah diNyata dalam hidup dan dan Hidup dalam nyata. Jadi bukan sebuah angan seperti Ahlikitab memberikan angan kosong kepada manusia degan Semunya Ilmu Ahlikitab yang di ambil dari sebagian kecil yang dapat mereka serap.
Nyata hubungnya Allah dengan Khalifah, Imam atau Nabi sebagai Nyata kalimat dan akan di bacakan diajarkan serta disyariatkan oleh Khalifah, Imam atau Nabi secara berangsur sesuai dengan masa dan jaman-nya (bisani kaum).
Khalifah, Imam atau Nabi dalam merpresentasikan kalimat Allah dapa tdipastika ber beda dengan ilmu Ahliktab da Ahli agama-agama apapun, karena segala Ilmu ahlikitab yang ada hanya sebagian kecil dari ajaran Khalifah, Imam atau Nabi yang telah di selewengkan oleh mereka.
NYATA HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH MELALUI KHALIFAH
Bagaimana, manusia dapat mengerti memahami dan megenali dirinya sudah bterhubung atau semakin jauh degan Allah.
Prasarat utuk dapat menerima khanief (aliran) Dien Allah yang pertama adalah menanggalkan segala kebesaran Nama selain Allah.
Karena nama-nama baik nama anak tuhan, Nabi Masa lampau yang telah di agugkan oleh Ahlikitab secara berlebihan, atau nama sekterian dan agama-agama yang telah pecah-belah dan berselisih secara abadi, hingga tidak mungkin mereka disatukan, Karenanya apapu Namanya Allah telah men-cap sebagai Musyrik:
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. QS. ar-Rum (30) : 31-32
Saat manusia telah menanggalkan segala nama-nama baik nama anak tuhan, Nabi Masa lampau yang telah di agugkan oleh Ahlikitab secara berlebihan, atau nama sekterian dan agama-agama yang telah pecah-belah dan berselisih, maka mereka dapat Shallu kapada Khalifah, Imam atau Nabi, dengan cara berserah dengan segala serah.
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا..................)
.......... Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian atas Nabi dan berserahlah degan segala serah. QS. al-Ahzab (33) : 56
Saat itulah mereka akan memperoleh Khanief-Nya Dienullah yang menjadi jalan terang para Nabi (minjun-Nubuwah). Dan jalan benar para khalifah (sunnah Khulafaur-rasyidien) serta alur aliran (milat khanief) para Imam.
YANG MENGHALANGI MANUSIA KARENA MEREKA MERASA NYAMAN DENGAN PENGETAHUAN YANG ADA
Maka tatkala datang kepada mereka utusan- utusan (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, MEREKA MERASA SENANG DENGAN PENGETAHUAN YANG ADA PADA MEREKA DAN MEREKA dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. QS. al-Mu'min (40) : 83
Saat Allah Menyatakan Khalifah, Imam atau Nabi dimasanya dan manusia tak rela meninggalkan kebesaran masa lampau maka berarti mereka tetap dalam jalan dan agama para Ahlikitab dan jalan masa lampau.
Dan Akhirnya mereka takan dapat menyentuh Khanief (aliran) Dienullah. Dan takan dapat megerti Ayat dan Al-Kitab dan Al-Hikmah yang di bacakan serta di ajarkan serta diSyariatkan Oleh Khalifah, Imam atau Nabi.
لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. QS. al-Waqi'ah (56) : 79
MAUNSIA LEBIH SUKA BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KHAYAL ILMU SEMU AHLIKITAB
Mausia dapat percaya pada Allah jika dalam hayali amun jika di ajak dalam nyata Syariat Khalifah, Imam atau Nabi yang di seleggarakan secara berangsur mereka akan Menolak karena Apa yang ada pada Ahlikitab dan Ahli agam mereka anggap lebih sempurna dan mereka anggap lebih benar.
Maka tatkala datang kepada mereka Rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. QS. al-Mu'min (40) : 83
MAUNSIA TERJEBAK SOSOK KHALIFAH, IMAM ATAU NABI ALLAH
Saat Nyata diantara mereka maka yang pertama kali mereka tanyakan, Dari bangsa apa dari keturunan siapa dan latar belakang ilmunya apa belajar dimana, dengan belajar siapa.
Tapi teryata “Allah selalu mengutus Khalifah, Imam atau Nabi dengan kehendak-Nya” bukan dengan patokan-patokan yang ditetapkan oleh Ahlikitab, yang telah menjadi dogma dan doktrin agama-agama selama ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun. Dan mereka akan ber kata kamu tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami
قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَـمًّى قَالُواْ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ
Berkata Rasul-rasul mereka:" Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa yang ditentukan? "Mereka berkata:" KAMU TIDAK LAIN HANYALAH MANUSIA SEPERTI KAMI JUGA. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata ". QS. Ibrahim (14) : 10
قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ مَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Mereka berkata:" Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; KAMU TIDAK LAIN MELAINKAN SEORANG MANUSIA SEPERTI KAMI; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar ".
QS. asy-Syu'ara (26) : 153-154
قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ وَمَا أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ
Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir, DAN KAMU TIDAK LAIN MELAINKAN SEORANG MANUSIA SEPERTI KAMI, DAN SESUNGGUHNYA KAMI YAKIN BAHWA KAMU BENAR-BENAR TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERDUSTA.
QS. asy-Syu'ara (26) : 185-186
وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلاً أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءهَا الْمُرْسَلُونَ إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمن مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ تَكْذِبُونَ
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:" Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu ". Mereka menjawab:" KAMU TIDAK LAIN HANYALAH MANUSIA SEPERTI KAMI DAN ALLAH YANG MAHA PEMURAH TIDAK MENURUNKAN SESUATUPUN, KAMU TIDAK LAIN HANYALAH PENDUSTA BELAKA ".
QS. Yasin (36) : 13-15
SIAPA YANG MENGERTI HARI MAKA DIA AKAN BERJUMPA DENGAN TUHAN
Siapapun jika berharap berjumpa dengan Tuhan maka ia harus melalui hari-hari itu dengan mengerti dan memahami hari-Nya, Karena dalam hari itu ada Dien baik dalam nyata larangan dan perintah yang akan Khanief (mengalir) dari penguasa hari yang oleh Allah Khanief (di alirkan) melalui Khalifah Imam, atau Nabi.
Setiap ada qiyamah (maqamnya sesuatu) pasti ada ajal (akhir dari sesuatu) Itulah sunnatullah yang berlaku dan tak pernah berubah.
Jika manusia berjalan dengan hari kalender masa lampau dapat dipastikan dia akann tersesat, Karena dalam hari dan kalender ada ketetapan da perjalanan itu sebabnya, disebut tanggalan atau Qiyamatus-Sunnah, karena setiap satu perintah pasti ada satu larangan.
MANUSIA HARUS SADAR BERADA DIMASA SIAPA DAN MASA APA
Khilafah islamiah merupakan realitas dan keniscayaan yang harus ditegakan oleh Khalifah yang di angkat oleh Allah sebagai Nyata dari (مَـالِكِ يَوْمِ الدِّينِ) penguasa jaman yang dilewati dalam hari, pekan, bulan dan Tahun agar setiap kita dapat bertemu dengan Tuhan dalam nyata sebagai manusia yang zakiyah (telah disucikan).
SAAT TERTANGGAL MASA LAMPAU
Saat Khalifah Imam Atau Nabi Pembaharu datang maka ahlikitab dan ahliagama akan menjadi penentang paling dahsat, karena Kitab dan agama mereka telah dianggap sempurna selama beratus-ratus tahun atau ribuan tahun, Khalifah Imam Atau Nabi mereka telah menjadi manusia tersempurna bahkan diantara mereka ada yang telah mengklaim sebagi anak Allah.
Benar adanya Khalifah Imam Atau Nabi adalah Insan kamil yang telah dinyatakan sebagai yang terbaik oleh Allah di zaman-nya.
Allah memba'ats Muhammad untuk membacakan Alkitab menaggalkan kitab masa lampau yang ada pada Ahlikitab dan ahliagama dikarena-kan mereka telah melakukan kecurangan dengan memanipulasi agama dan kitabnya, dan mereka menganggap bangsa Israel saja sebagi kekasih Allah, serta memper mainkan setiap datang Khalifah imam atau Nabi, dan ayat-ayat Allah. Muhammad datang saat Injil telah ber-usia 700 tahun dan Taurat saat berusia 1200 tahun. Saat Itu-lah Allah menggalkan Taurat dan injil walau-pun mereka telah mengklaim kesucian kitab dan agama mereka.
قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِن زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاء لِلَّهِ مِن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah:" Wahai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar ". QS. al-Jumu'ah (62) : 6
..................
وَلاَ تَتَّخِذُوَاْ آيَاتِ اللّهِ هُزُوًا وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
.....Janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. al-Baqarah (2) : 231
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar. QS. al-Baqarah (2) : 23
Setiap bangsa memiliki Khalifah Imam Atau Nabi pembaharu maka mereka menjadi bangsa pilihan-Nya hingga saat Ahlikitabnya mengabadikan melalui kitab keterpilihan bangsa menyebab kan kesombongan bagi marga suku atau bangsa tersebut, hingga tersesatlah mereka.
Karena-Nya Allah memilih Ummat lain sebagai pengganti seperti Israel yag keterpilihanya tertanggal saat Muhammad Ba’ts bagi bagsa arab dalam masa-Nya.
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
Dan demikian Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. QS. al-Baqarah (2) : 143
Saat Kalender baru terbit maka segala aturan, hukum dan peribadatan dan segala hal akan tertanggal, walaupun Kitab dan agama milik Ahlikitab dan Ahli agama telah ber-umur ratusan tahun atau ribuan Tahun seperti Kitab taurat dan agama Yahudi saat Isa as datang berusia 500 tahun. Saat Injil dan Nasrani berusia 700 tahun datang lah Muhammad menanggalkan Injil dan Nasrani dan Yahudi serta Taurat untuk yang kedua kalinya agama dan Taurat ini di taggalkan oleh Allah saat itu Yahudi dan Taurat-nya berusia 1200 tahun.
Siapun yang menolak kalender baru saat dating kepada mereka artinya telah menolak agama Allah Yang Khanief (megali) pada Khalifah Imam Atau Nabi.
MEGAPA ISA AS DAN MUHAMMAD MENANGGALKAN KITAB (TAURAT DAN ATAU INJIL), AGAMA (YAHUDI DAN ATAU NASRANI) KALENDER (IBRANI DAN ATAU MASEHI) ?
Masalahnya adalah karena agamanya telah disalah gunakan oleh ahliagama dan kitabnya telah di selewengka oleh ahliktab serta kalender telah dijadikan berhala nonfisik oleh Ahlikitab dan ahliagama hingga, manusia tidak mengerti bahwa agamnya telah meyesatka mereka, dan Kitabnya telah mejaukan mereka dari kebearan, kalenderya telah mejadi ajag maksiat oleh mereka. sebenar nya telah tanggal saat seorang pembaharu datang.
PELANGGARAN HARI KEBAKTIAN (KALENDER)
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". QS. al-Baqarah (2) : 65
AHLIKTAB MEGINGKARI AYAT ALLAH
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ
Wahai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).QS. Ali Imran (3) : 70
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَاللّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا تَعْمَلُونَ
Katakanlah:" Wahai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan? ".
QS. Ali Imran (3) : 98
AHLIKTAB BERHINAT ATAS AMANAH
Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. QS. Ali Imran (3) : 75
AHLIKTAB MEMPERTURUTKAN ANGAN KOSONG
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. QS. an-Nisa' (4) : 123
AHLIKTAB MEMPERTURUTKAN HAWA NAFSUNYA
Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus."
QS. al-Mai'dah (5) : 77
AHLIKTAB MENGAGUNGKAN KHALIFAH IMAM ATAU NABI MASA LAMPAU SECARA BERLEBIHAN.
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: " (Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
QS. an-Nisa' (4) : 171
AL KITAB MENYEMBUNYI SEBAGIAN BESAR AJARAN KHALIFAH IMAM ATAU NABI DAN MENGAJARKAN SEBAGIAN KECIL
Wahai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.
QS. al-Mai'dah (5) : 15
AHLI KITAB TIDAK MENDAPAT SEDIKITPUN AKAN KARUNIA ALLAH
(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah, dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
QS. al-Hadid (57) : 29
ADAKAH INDIKASI AHLIKTAB ALQURAN MELAKUKAN PELANGGARAN...?
Pertanyaan ini cukup mecengangkan karena selama ini orang-orang Alim dan orang orang yang banyak ilmu tentang agama dan Alkitab termasuk AlQuran adalah panutan, ternyata dipertanyakan.
AHLIKITAB ALQURAN JUGA TELAH MENJADIKAN SEKTERIAN YANG SEMAKIN BERKEPING-KEPING
dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG MEMPERSEKUTUKAN ALLAH, YAITU ORANG-ORANG YANG MEMECAH BELAH AGAMA MEREKA DAN MEREKA MENJADI BEBERAPA GOLONGAN. TIAP-TIAP GOLONGAN MERASA BANGGA DENGAN APA YANG ADA PADA GOLONGAN MEREKA. QS. ar-Rum (30) : 31-32
Mereka telah Mengangkat Pimpinan dengan cara bermusyawarah artinya mereka telah menjadi arbaban selain Allah padaha Khalifah Imam atau Nabi di-Ba’ts oleh Allah
Dalam Tulisan saya begitu banyak tentang bukti bahwa Khalifah diangkat Oleh Allah.
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan MENGAJARKAN KEPADA MEREKA KITAB DAN HIKMAH. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
Dan (Dia juga yang mengutus utusan) KEPADA KAUM YANG LAIN DARI MEREKA YANG BELUM BERHUBUNGAN DENGAN MEREKA. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. al-Jumu'ah (62) : 2-3
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيدًا
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). QS. an-Nisa' (4) : 41
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولٌ فَإِذَا جَاء رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُم بِالْقِسْطِ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
Tiap-tiap umat mempunyai Rasul; maka apabila telah datang Rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. QS. Yunus (10) : 47
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul). QS. an-Nahl (16) : 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (Rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka di bolehkan meminta maaf. QS. an-Nahl (16) : 84
وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan. QS. al-Qashash (28) : 75
يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُوْلَـئِكَ يَقْرَؤُونَ كِتَابَهُمْ وَلاَ يُظْلَمُونَ فَتِيلاً
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
QS. al-Isra' (17) : 71
KHALIFAH DI ANGKAT OLEH ALLAH
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
WAHAI DAWUD, SESUNGGUHNYA KAMI MENJADIKAN KAMU KHALIFAH (PENGUASA) DI MUKA BUMI, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. QS. Shad (38) : 26
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: " SESUNGGUHNYA AKU HENDAK MENJADIKAN SEORANG KHALIFAH DI MUKA BUMI ". Mereka berkata:" Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? "Tuhan berfirman:" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ". QS. al-Baqarah (2) : 30
أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan ketika ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?. DAN YANG MENJADIKAN (DIANTARA) KAMU SEBAGAI KHALIFAH-KHALIFAH DI BUMI. Apakah di tuhan yag menyertai samping Allah? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). QS. an-Naml (27) : 62
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
DIA-LAH YANG MENJADIKAN (DIANTARA) KAMU KHALIFAH-KHALIFAH DI MUKA BUMI. Barangsiapa yang kafir (kepada khalifah-khalifah), maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. QS. Fathir (35) : 39
قَالُواْ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِينَا وَمِن بَعْدِ مَا جِئْتَنَا قَالَ عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Kaum Musa berkata:" Kami telah ditindas (oleh Firaun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "MUDAH-MUDAHAN ALLAH MEMBINASAKAN MUSUHMU DAN MENJADIKAN ( DIANTARA) KAMU KHALIFAH DI BUMI, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu. QS. al-A'raf (7) : 129
2010 ke 2020, 10 tahun lagi, Khilafah Berdiri???
(1) Davod World: Digambarkan bahwa 15 tahun ke depan Cina dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.
(2) Pax Americana: Dunia masih dipimpin oleh Amerika Syarikat dengan Pax Americana-nya.
(3) A New Chaliphate: Berdirinya kembali Khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global Barat.
(4) Cycle of Fear (Munculnya lingkaran ketakutan).
Salah satu senario yang cukup kontroversial adalah kemunculan kembali Khilafah Islam. Senario seperti ini sangat jarang diungkap dalam berbagai analisis dunia internasional. Bahkan banyak kaum Muslim sendiri yang mengatakan, berdirinya Khilafah Islam adalah utopia dan mustahil. Analisis apa yang maksudkan di balik ditulisnya berbagai skenario ini, paling tidak, kembalinya Khilafah Islam di kalangan analisis dan intelektual Barat termasuk hal yang diperhitungkan kemungkinannya.
Potensi Khilafah yang pertama adalah ideologinya. Khilafah Islam adalah negara global yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan asas ideologi Islam. Banyak diakui, ajaran Islam tidak sekadar agama ritual dan moral yang sifatnya individual saja; Islam juga mengatur seluruh aspek kehidupan. Sebagai agama yang komprehensif, Islam mampu menjawab dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan manusia. Ideologi Islam ini pula yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Asia, sampai Eropah. Islam mampu melebur berbagai bangsa, warna kulit, suku, ras, dan latar belakang agama yang berbeza.
Tidak menghairankan kalau peradaban Islam pernah menjadi salah satu peradaban utama dunia. Daulah Khilafah Islam pernah memegang kendali hampir setengah bagian dunia. Kemampuan memecahkan persoalan kehidupan dan menyatukan dunia inilah yang membuat Khilafah Islam diperhitungkan. Potensi ideologi ini akan menjadi lebih mengkhawatirkan lagi bagi Barat mengingat negeri-negeri Islam memiliki potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang sangat besar. Kalau Khilafah Islam berhasil menyatukan negeri-negeri Islam sekarang bererti Khilafah Islam juga memegang kendali atas 60% deposit minyak seluruh dunia, boron (49%), fosfat (50%), strontium (27%), timah (22%), dan uranium yang tersebar di Dunia Islam (Zahid Ivan-Salam dalam Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State).
Secara geopolitik, negeri-negeri Islam berada di kawasan jalur laut dunia yang strategik seperti Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Melaka di Asia Tenggara. Dengan menempati posisi strategik ini, kemungkinan dunia akan wilayah kaum Muslim pastilah tinggi. Potensi penduduknya juga sangat besar, yakni lebih dari 1,5 miliar di seluruh dunia. Melihat potensi tersebut, wajar jika kehadiran Khilafah Islam ini dianggap sebagai tentangan, atau lebih tepatnya lagi, ancaman bagi peradaban Barat sekarang.
Potensi Khilafah Islam untuk memberikan alternatif bagi peradaban Barat pada masa datang akan semakin besar mengingat gagalnya peradaban kapitalis Barat dalam menciptakan dunia yang lebih aman, sejahtera, dan adil. Hal ini tentu akan lebih mendorong umat Islam untuk mendukung Khilafah Islam. Khilafah yang akan tegak akan mampu berhadapan dengan peradaban kapitalis yang mulai membusuk. Khilafah tersebut akan menjadi negara yang kuat dan moden, yang akan membina masa depan kaum Muslim setelah mereka terbebas dari dominasi politik, ketenteraan, dan ekonomi Barat. Khilafah akan mengintegrasikan kekuatan Islam dengan ilmu pengetahuan. Pengintegrasian tersebut akan menyebabkannya mampu mendahului Barat dalam bidang inovasi, teknologi, dan penemuan-penemuan ilmiah.
Namun, tentu saja Barat, dengan ideologi Kapitalisme yang dominan saat ini, tidak berdiam diri. Berbagai upaya akan dilakukan Barat untuk menggagalkan senario ketiga ini (kembalinya Khilafah). Secara pemikiran Barat akan membangun pandangan negatif tentang Khilafah Islam. Pandangan bahawa kembali pada Khilafah adalah sebuah kemunduran, kembali ke zaman batu yang tidak berperadaban dan berprikemanusiaan.
Sebaliknya, upaya penyebaran idea-idea Barat akan lebih digiatkan, seperti demokratisasi yang dilakukan di Timur Tengah saat ini. Cara ampuh ketiga yang dilakukan Barat adalah mengaitkan gerakan Islam global yang ingin menegakkan Khilafah dengan terorisme. Dalam laporan NIC yang membuat empat senario ini, upaya itu tampak jelas saat mengaitkan senario tegaknya Khilafah dengan surat fiktif dari cucu Osama bin Laden kepada keluarga dekatnya pada tahun 2020 (Lihat: Mapping the Global Future, hlm. 83).
Lepas dari itu, tegaknya kembali Khilafah Islam, insya Allah, akan semakin dekat. Saat ini sebagian umat Islam semakin menyadari kewajiban untuk menegakkan Khilafah Islam. Kesadaran ini sudah menjadi gerakan yang mengglobal di seluruh dunia. Peradaban Kapitalisme pun, sebagaimana bangkai, meskipun ditutupi dengan propaganda kebohongan, tetap saja semakin tercium baunya yang busuk dan menjijikkan. Mereka berbicara HAM, misalnya, tetapi mereka membantai ratusan ribu rakyat sivil di dunia atas nama HAM.
Sebaliknya, upaya Barat untuk melakukan propaganda negatif terhadap syariat Islam dan Khilafah pun tidak akan berhasil. Kerana dorongan akidah Islam, kaum Muslim melihat bahawa syariat Islam dan Khilafah adalah kewajiban syariat. Mereka pun melihat secara gamblang bahawa pihak-pihak yang menyerang Khilafah adalah penjajah mereka.
Semua ini membuat kita optimis, bahawa Khilafah akan segera tegak; bukan tahun 2020, tetapi mudah-mudahan dalam waktu yang jauh lebih cepat. Kita harus tetap semangat memperjuangkan tegaknya Khilafah serta siap mengorbankan harta bahkan nyawa kita untuk perjuangan ini. Sebab, kita yakin, semua ini akan dibalas oleh Allah Swt. dengan surga. Allâhu akbar!
Sumber : http://farid1924.wordpress.com/2007/10/02/2020khilafah-berdiri/
Hizbut Tahrir Bukan Wahabi (Beda Wahabi dan Hizbut Tahrir)
Monday, 14 September 2009 11:48 and Last Updated on Monday, 14 September 2009 11:50
Wahabi adalah gerakan Islam yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H/1701-1793 M). Muhammad bin Abdul Wahhab sebenarnya merupakan pengikut mazhab Hanbali, kemudian berijtihad dalam beberapa masalah, sebagaimana yang diakuinya sendiri dalam kitab, Shiyânah al-Insân, karya Muhammad Basyir as-Sahsawani.1 Meski demikian, hasil ijtihadnya dinilai bermasalah oleh ulama Sunni yang lainnya.
Nama Wahabi sendiri telah dikubur oleh para pengikut dan penganutnya. Boleh jadi karena sejarah kelam pada masa lalu. Namun, mereka mempunyai alasan lain. Menurut mereka, ajaran Muhammad bin Abdul Wahbab adalah ajaran Nabi Muhammad, bukan ajarannya sendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafi atau Muwahhidûn, yang berarti “orang-orang yang mentauhidkan Allah”, bukan Wahhâbi.
Secara historis, gerakan Wahabi telah mengalami beberapa kali metamorfosis. Mula-mula adalah gerakan keagamaan murni yang bertujuan untuk memurnikan tauhid dari syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat, yang dimulai dari Uyainah, kampung halaman pendirinya tahun 1740 M. Di kampungnya, gerakan ini mendapatkan penentangan. Muhammad bin Abdul Wahhab pun terusir dari kampung halamannya dan berpindah ke Dar’iyyah. Di sini, pendiri Wahabi itu mendapat perlindungan dari Muhammad bin Saud, yang notabene bermusuhan dengan Amir Uyainah. Dalam kurun tujun tahun, sejak tinggal di Dar’iyyah, dakwah Wahabi berkembang pesat.
Tahun 1747 M, Muhammad bin Saud, yang notabene adalah agen Inggris, menyatakan secara terbuka penerimaannya terhadap berbagai pemikiran dan pandangan keagamaan Muhammad bin Abdul Wahhab. Keduanya pun sama-sama diuntungkan. Dalam kurun 10 tahun, wilayah kekuasaan Muhammad bin Saud berkembang seluas 30 mil persegi. Muhammad bin Abdul Wahhab pun diuntungkan, karena dakwahnya berkembang dan pengaruhnya semakin menguat atas dukungan politik dari Ibn Saud. Namun, pengaruhnya berhenti sampai di wilayah Ihsa’ 1757 M.
Ketika Ibn Saud meninggal dunia tahun 1765 M, kepemimpinannya diteruskan oleh anaknya, Abdul Aziz. Namun, tidak ada perkembangan yang berarti dari gerakan ini, kecuali setelah tahun 1787 M. Dengan kata lain, selama 31 tahun (1957-1788 M), gerakan ini stagnan.
Namun, setelah Abdul Aziz, yang juga agen Inggris itu, mendirikan Dewan Imarah pada tahun 1787 M, sekaligus menandai lahirnya sistem monarki, Wahabi pun terlibat dalam ekspansi kekuasaan yang didukungnya, sekaligus menyebarkan paham yang dianutnya. Tahun 1788 M, mereka menyerang dan menduduki Kuwait. Melalui metode baru ini, gerakan ini menimbulkan instabilitas di wilayah Khilafah Utsmani; di semenanjung Arabia, Irak dan Syam yang bertujuan melepaskan wilayah tersebut dari Khilafah. Gerakan mereka akhirnya berhasil dipukul mundur dari Madinah tahun 1812 M. Benteng terakhir mereka di Dar’iyyah pun berhasil diratakan dengan tanah oleh Khilafah tahun 1818 M. Sejak itu, nama Wahabi seolah terkubur dan lenyap ditelan bumi.2
Namun, pandangan dan pemikiran Wahabi memang tidak mati. Demikian juga hubungan penganut dan pendukung Wahabi dengan keluarga Ibn Saud.
Metamorfosis berikutnya terjadi ketika mereka mengubah nama. Nama Wahabi tidak pernah lagi digunakan, mungkin karena rentan. Akhirnya, mereka lebih suka menyebut diri mereka Salafi. Namun, pandangan dan cara mereka berdakwah tetap sama. Inilah fakta sejarah tentang Wahabi. Dari fakta ini jelas sekali, bahwa Wahabi (Salafi) ikut membidani lahirnya Kerajaan Arab Saudi. Karena itu, tidak aneh jika kemudian Wahabi (Salafi) senantiasa menjadi pendukung kekuasaan Ibn Saud sekalipun Wahabi (Salafi) bukan merupakan gerakan politik.
Ini jelas berbeda dengan Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir adalah partai politik yang berideologi Islam. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan mendirikan Khilafah yang menerapkan sistem Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Politik adalah aktivitasnya.3 Meski begitu, Hizbut Tahrir tidak pernah terlibat dalam pendirian rezim manapun yang berkuasa saat ini di dunia. Hizb juga tidak pernah terlibat dalam dukung-mendukung kekuasaan/negara manapun. Sebabnya, semua negara yang ada di seluruh dunia saat ini bukanlah negara yang dibangun berdasarkan akidah Islam dan memerintah berdasarkan hukum-hukum Allah. Dalam pandangan Islam, menurut Hizb, satu-satunya negara bagi umat Islam di seluruh dunia adalah Khilafah, yang notabene pernah dirongrong oleh konspirasi Inggris dan agennya, dinasti Ibn Saud, termasuk di dalamnya menggunakan Wahabi.
Pandangan keagamaan Wahabi sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam masalah akidah, misalnya, Wahabi, banyak mengambil pandangan Ibn Taimiyyah dan muridnya, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Tauhid, menurut mereka, ada dua yaitu: tauhid rububiyyah wa asma’ wa shifat dan tauhid rububiyyah. Tauhid yang pertama bertujuan untuk mengenal dan menetapkan Allah sebagai Rabb, dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Tauhid yang kedua terkait dengan tuntutan dan tujuan (at-thalab wa al-qashd).4 Syaikh ‘Abd al-’Aziz bin Baz, kemudian membagi tauhid tersebut menjadi tiga: tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid al-asma’ wa as-shifat.5
Ini berbeda dengan Hizb. Dalam tauhid, Hizb tidak mengenal klasifikasi seperti ini. Dalam pembahasan tentang sifat, misalnya, Hizb tidak membahas sifat dan asma dalam konteks itsbât bilâ tahrîf wa la ta’thîl wa la takyîf wa la tamtsîl (menetapkan sifat dan asma Allah, tanpa menyelewengkan, mengabaikan, mendes-kripsikan tatacara-Nya dan menyerupakannya dengan yang lain), sebagaimana lazimnya Wahabi.6 Hizb membahas sifat justru untuk meluruskan perdebatan yang tidak berkesudahan, antara Muktazilah, yang menyatakan bahwa sifat Allah sama dengan Dzat-Nya, dan Ahlussunnah, yang menyatakan, bahwa sifat Allah tidak sama dengan Zat-Nya. Dalam pandangan Hizb, perdebatan seperti ini tidak bisa dan tidak boleh dilakukan, karena tidak berangkat dari fakta, melainkan didasarkan pada asumsi mantik.7
Bagi Wahabi, masalah utama umat Islam adalah masalah akidah; akidah umat ini dianggap sesat, karena dipenuhi syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat. Karena itu, aktivitas dakwah mereka difokuskan pada upaya purifikasi (pemurnian) akidah dan ibadah umat Islam. Akidah dimurnikan dari syirik, baik syirik ashghar (syirik kecil), akbar (syirik besar) maupun syirik khafi (syirik yang samar-samar); juga tahayul dan khurafat. Ibadah juga harus dimurnikan dari bid’ah, yang didefinisikan sebagai membuat metode yang tidak dicontohkan sebelumnya. Dalam pandangan mereka, bid’ah ada dua: bid’ah dalam adat dan tradisi; bid’ah dalam agama. Bid’ah yang pertama, menurut mereka, hukumnya mubah/boleh. Bid’ah yang kedua semuanya haram dan sesat (dhalalah). Bid’ah yang kedua ini mereka bagi menjadi dua: Bid’ah qawliyyah i’tiqadiyyah, seperti ucapan dan pandangan Jahmiyah, Muktazilah, Rafidhah dan sebagainya; bid’ah fi al-’ibâdah.8
Ini berbeda dengan Hizb. Pandangan seperti ini, menurut Hizb, juga berbahaya karena menganggap seolah-oleh umat Islam belum berakidah Islam. Ini tampak pada pandangan mereka terhadap kaum Muslim yang lain, selain kelompok mereka, yang dianggap sesat. Bahkan mereka tidak jarang saling sesat-menyesatkan terhadap kelompok sempalan mereka. Pandangan ini, menurut Hizb, sebagaimana disebutkan dalam kitab Nidâ’ al-Hâr, tidak proporsional. Betul, bahwa ada masalah dalam akidah umat Islam, tetapi tidak berarti mereka belum berakidah Islam. Bagi Hizb, umat Islam sudah berakidah Islam. Hanya saja, akidahnya harus dibersihkan dari kotoran dan debu, yang disebabkan oleh pengaruh kalam dan filsafat. Karena itu, Hizb tidak pernah menganggap umat Islam ini sesat. Hizb juga menganggap, bahwa persoalan akidah ini, meski penting, bukanlah masalah utama. Bagi Hizb, masalah utama umat Islam adalah tidak berdaulatnya hukum Allah dalam kehidupan mereka. Karena itu, fokus perjuangan Hizb adalah mengembalikan kedaulatan hukum Allah, dengan menegakkan kembali Khilafah.
Bagi Hizb, akidah umat harus dibersihkan agar bisa menjadi landasan yang kokoh dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Setelah itu, akidah yang hidup di dalam diri umat ini akan mampu membangkitkan mereka dari keterpurukan, dan akhirnya mendorong mereka untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah dan hukum Allah di muka bumi.
Dengan pandangan Wahabi seperti itu terhadap akidah umat Islam, ditambah ketidaktahuan mereka tentang konstruksi masyarakat—yang terdiri dari manusia, pemikiran, perasaan dan system—maka wajar jika sejarah Wahabi berlumuran darah kaum Muslim. Situs-situs penting dan bersejarah di dalam Islam pun mereka hancurkan. Semuanya dengan dalih membebaskan umat Islam dari syirik dan khurafat. Ini jelas berbeda dengan Hizb. Hizb tahu persis konstruksi masyarakat sehingga dalam dakwahnya tidak pernah menyerang manusia atau obyek-obyek fisik, seperti situs-situs penting dan bersejarah; melainkan menyerang pemikiran, perasaan dan sistem yang diyakini dan dipraktikkan oleh manusia. Itulah yang menjadi fokus serangan Hizb. Karena itu, dakwah Hizb dikenal sebagai dakwah fikriyyah lâ ‘unfiyyah (intelektual dan non-kekesaran).
Pendek kata, perbedaan Hizb dengan Wahabi begitu jelas dan nyata. Menyamakan Hizb dengan Wahabi bisa jadi karena tidak mengerti tentang kedua-duanya, atau sengaja untuk melakukan monsterisasi terhadap Hizb, agar disalahpahami, dibenci dimusuhi dan dijauhi oleh umat. Inilah yang sebenarnya hendak dilakukan. Lalu siapa yang diuntungkan dengan semuanya ini, tentu bukan Islam dan kaum Muslim, melainkan kaum kafir penjajah dan para boneka mereka, yang tetap menginginkan negeri-negeri Muslim, seperti Indonesia, ini tetap terjajah. Na’ûdzu billâh. []
Catatan kaki:
1 Lihat, Muhammad Basyir as-Sahsawani, Shiyânah al-Insân, hlm. 475.
2 Lihat, ‘Abdul Qadîm Zallûm, Kayfa Hudimat al-Khilâfah, Dâr al-Ummah, Beirut, 1994.
3 Taqiyuddîn an-Nabhâni, Mafâhîm Hizb at-Tahrîr, Min Mansyûrat Hizb at-Tahrîr, cet. ke-6, edisi Muktamadah, 2001, hlm. 84.
4 Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘Ali as-Syaikh, Fath al-Majîd: Syarah Kitâb at-Tawhîd, Muassasah Qurthubah, t.t., hlm. 25.
5 Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bâz, Al-Ahkam al-Mulimmah ‘ala ad-Durus al-Muhimmah li ‘Ammati al-Ummah, Makatabah al-Malik Fahd al-Wathaniyyah, cet. II, 1423 H, hlm. 30.
6 Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘Ali as-Syaikh, Fath al-Majîd: Syarh Kitâb at-Tawhîd, hlm. 25; Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bâz, Al-Ahkam al-Mulimmah ‘ala ad-Durus al-Muhimmah li ‘Ammati al-Ummah, hlm. 20.
7 Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah al-Juz al-Awwâl, Min Mansyûrat Hizb at-Tahrîr, cet. ke-6, edisi Muktamadah, 2003, hlm. 116-124.
8 Dr. Fauzan bin ‘Abdullah Fauzan, ‘Aqîdah at-Tawhîd, Mamlakah al-’Arabiyyah as-Sa’udiyyah, Muassasah al-Haramain al-Khairiyyah, Riyadh, hlm. 176-177.
Sabtu, 06 Maret 2010
Hizbut Tahrir Bangladesh: Peragaan menyerukan penghapusan Sheikh Hasina dan pemerintah
Kamis, 04 Maret 2010
Q & A: Krisis Ekonomi Global
(Question:) Pertanyaan:
We know that at the beginning of the Economic crisis in
(Answer:) Jawaban:
As you know paper currency is un backed (by a commodity), it depends on the economy of the state which issues it. Seperti yang Anda ketahui mata uang kertas tidak dikembalikan (menjadi suatu komoditi), hal itu tergantung pada perekonomian negara yang mengisukan hal tersebut.
The Global Economic Crisis began in
To understand this, assume that the Dollar equals to one Euro. Untuk memahami hal ini, asumsi bahwa Dollar setara dengan satu euro. When the crisis began in
It is expected that the Dollar will return back down relative to the Euro, particularly after the initial shock of the crisis in
Thus the rise is relative to the weakness of the economies of states. Dengan demikian kenaikan merupakan relatif terhadap kelemahan ekonomi suatu negara. The greater the impact of the crisis on an economy the more its currency will fall relative to other currencies. Semakin besar dampak krisis berdasarkan perekonomian yang lebih condong ke mata uangnya relatif akan jatuh terhadap mata uang lainnya. The Crisis has affected many of the world's states. Krisis telah dipengaruhi banyak Negara-negara di dunia. Thus paper currencies have lost their value across the board, but relative to some countries, currencies rise and fall depending on the effect of the crisis on their economies. Dengan demikian mata uang kertas sudah kehilangan value across the board mereka, tetapi relatif ke beberapa negara, mata uang naik dan turun tergantung pada efek dari krisis ekonomi mereka. This volatile state will remain as long as the crisis is effective. Hal ini negara volatile akan tetap selama krisis efektif.
18/02/2009
Senin, 01 Maret 2010
Forum Ulama Banten (FUB) Tolak ‘Kafir Harbi ‘ Obama



HTI Press. Allahu Akbar… Tolak Obama, Tegakkan Syariah dan Khilafah.. gema kalimat membahana berulang-ulang dalam acara majelis Al-Buhuts Al-Islami yang dilaksanakan pada Ahad, 28 Februari 2010 bertepatan 14 Rabi’ul Awwal 1431 H di Convention Hall Gedung Plaza Cilegon dari jam 10.00 hingga 12.15 WIB dengan peserta sekitar 70 orang. Hadir dalam kesempatan itu beberapa ulama kasepuhan Banten dan beberapa kalangan dari pondok pesantren, ormas-ormas Islam, para da’i dan lain sebagainya. Acara yang mengangkat tema Tolak Kedatangan Obama ini menghadirkan pembicara Imam Sutiyono, KH. Drs. Mansyur Muhyidin, dan Ustad Musta’in.
Pada sambutan tokoh, KH Fakhrudin yang juga ketua Yayasan Daar Al-Aytam Anyar Serang mengungkapkan bahwa Obama berlumuran darah umat Islam, wajib bagi umat Islam menolaknya. Semestinya pemerintah menolak dan kalau tidak, berarti telah menyakiti dan menghianati umat Islam. Disinilah para Ulama mengelorakan pentingnya agar berhukum pada syariat Allah dalam segala hal. Adapun menerima Obama berarti sebuah kemaksiatan dan mengundang azab Allah hadir. Obama adalah kafir harbi yang telah membantai umat Islam di berbagai negeri muslim. Tegasnya penuh semangat.
Acara berjalan hangat dan lancar ini dipandu oleh Ir. Zen Firdaus, MM yang juga ketua DPD HTI Kota Cilegon. Pembicara pertama, Imam yang juga sebagai Humas HTI Kota Cilegon menitik-beratkan pada aspek fakta-fakta bahwa Obama sebagai Pemimpin negara penjajah negeri-negeri Islam. Darah umat Islam ditumpahkan atas nama menjaga keamanan AS, Obama mengirimkan 30.000 pasukan ke Afghanistan, dan tetap perilaku AS sebagai imperialis tulen membantai kaum Muslimin di Irak serta Pakistan. Lebih-lebih sikap Obama yang mendukung zionis Israel membunuhi rakyat Palestina hingga tanah mi’raj Nabi tsb terus dalam penguasaan zionis.
Lebih lanjut menurut Imam, strategi AS dengan Obama datang ke Indonesia untuk mengokohkan sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Juga bisa dipastikan menjadi topeng AS atas kebusukan dan kebiadaban Obama terhadap daerah jajahan di tanah Irak, Afghanistan, maupun Pakistan. Tidak pantas dan bisa jadi penghianat jika tangan Obama yang berlumuran darah umat Islam itu datang bahkan disambut dengan hormat bak tamu. Padahal sesungguhnya penjajah dan termasuk kafir harbi muhariban fi’lan (memerangi umat Islam secara nyata) yang wajib ditolak.
Sedangkan pembicara kedua, KH Mansur menekankan bahwa AS dari jaman paska kemerdekaan atau Orde Lama telah menyusupkan agen CIA untuk mengajak-ajak perjuangan umat Islam. Dominasi sekular dan kapitalisme telah menjadi bukti kesekian kalinya bahwa AS bersungguh-sungguh eksis di Indonesia ini. De-Islamisasi dalam struktur pemerintah yang berjalan selama ini menjadi fakta bahwa AS dengan agennya telah berupaya tanpa henti memarjinalkan peran syariat Islam.
Lebih lanjut lagi, KH Mansur yang merupakan keturunan darah pejuang Banten KH Wasyid pun mengkritik istilah terorisme yang dikaitkan dengan Islam. Kalo membunuh hanya beberapa orang disebut teroris, maka semestinya Obama disebut biangnya teroris karena telah menewaskan ribuan bahkan ratusan ribu bisa jadi umat Islam yang telah menjadi korban kebiadaban kebijakan AS. Oleh karena itu menurut beliau, haram menerima Obama. Semestinya pemerintah tegas menolak kedatangan sang penjajah sebagaimana dalam UUD 45 menolak bentuk segala penjajahan.
Pembicara ketiga, Ustad Mustain membahas secara hukum syariat Islam tentang kedudukan orang kafir harbi yang Obama termasuk kafir muhariban fi’lan dan haram diterima sebagai tamu. Penolakan oleh Ulama menjadi sesuatu yang penting terlebih merekalah yang lebih paham dan mengerti dari sudut pandang Islam bukan maslahat yang kadang masyarakat awam mudah tertipu.
Berkaitan itu pula KH Abdus Somad, tokoh ulama kasepuhan Merak memberikan pernyataan bahwa janji Allah akan diberikan kepada orang-orang yang istiqomah dan terus berjuang di jalan-Nya. Beliau menyitir tafsir Munir karangan syeikh Nawawi asli Tanara Serang bahwa shultanan nashira adalah shultanan dhzahiran yang berarti kekuasaan yang nyata akan diberikan Allah sebagaimana Rasul dan sahabat telah menerimanya. Ini akan melawan penjajahan disegala bidang termasuk yang dibawa Obama atau AS. Bahkan pada sesi penutup beliau berdoa untuk kemenangan umat Islam. Lebih khusus beliau memohonkan kepada Allah SWT agar jangan diwafatkan sebelum pejuang-pejuang masa kini diperlihatkan sebuah kemenangan yang nyata.
Tokoh yang belum sempat hadir karena ada acara lain, KH. Muhammad Makmun LC dari Pesantren Daar el Falah Pandeglang secara tidak langsung mendukung FUB yang bersepakat menolak kedatangan Obama.
Acara berkesan ini ditutup dengan sebuah harapan agar pemerintah mau mendengar pernyataan para Ulama ini. Piagam seruan Ulama menolak Obama pun ditanda-tangani oleh peserta yang hadir dan akan terus disebar untuk mensosialisasikan ini ke tengah umat termasuk tokoh ulama. Bukan lain dan bukan tidak, menolak Obama dari sudut syariat Islam dan kemaslahatan umat. Masihkah mau menerima pemimpin penjajah yang membunuhi umat Islam? Hati kecil terdalam pasti akan menolaknya. Kecuali hati yang telah menjadi batu. Wallahua’alam.[]
